ARAHAN–ID Bengkulu Utara – Tidak hanya proyek tahun anggaran 2024 saja yang kurang pengawasan dari dinas pendidikan provinsi bengkulu, salah satunya 6 paket proyek di SMAN 14 Bengkulu Utara yang diduga menelan anggaran yang cukup fantastis mencapai miliyaran Rupiah kondisinya sudah sangat memprihatikan.
Pasalnya “hasil pantauan beberapa awak media, “Proyek pengelolaan satuan pendidikan menengah atas, di SMAN 14 kabupaten Bengkulu Utara provinsi Bengkulu, yang diduga mencapai milyaran rupiah tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dan RAB.
Yang mana proyek tersebut diduga kwalitas pekerjaan kurang bermutu dan terkesan kurangnya pengawasan dari pihak dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi Bengkulu.Hal itu terlihat dari pantauan beberapa awak media di lokasi kegiatan proyek di SMAN 14, ada kurang lebih 6 paket proyek salah satunya di kerjakan oleh CV. SETIA MANUNGGAL ENTERPRISE. Yang mana kondisi gedung sekolah tersebut sudah mengalami retak di beberapa bagian bangunan gedung.Investigasi beberapa awak media di SMAN 14 Bengkulu Utara, terlihat ada 6 paket bangunan gedung yang belum sempat di gunakan Kondisinya sudah sangat memprihatinkan, tidak hanya retak, awak media melihat kaca jendela ada yang pecah, berikut tower air tidak dapat di gunakan alias tidak ada saluran air terkesan mubazir.

proyek yang di bangun pada bulan juli 2023, dan berakhir pada bulan Nopember 2023, sumber dana DAK yang diduga mencapai milyaran rupiah tersebut diduga bermasalah.
Jika di lihat bangunan yang baru seumur jagung kondisinya sudah sangat memprihatikan, hampir di setiap bangunan gedung sudah mengalami retak, berikut kaca jendela sudah ada yang pecah, plafon yang terlihat sudah kusam, tower air yang tidak berfungsi, diduga kuat pekerjaan proyek tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dan RAB.
Beberapa kali awak media mau konfirmasi ke kantor dinas pendidikan provinsi bengkulu, tapi sayangnya kepala dinas tidak dapat di temui, dengan alasan lagi rapat/dinas luar kota (DL) terkesan seperti alergi dengan wartawan.
Tidak sampai disitu, awak media mencoba konfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada PPTK kegiatan proyek tersebut, Lagi-lagi bukannya mendapat jawaban melainkan malah memblokir no WhatsApp awak media/Wartawan.
Sebelumnya awak media konfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada Kabid SMA, beliau menyampaikan, “PPTK nya pak tama, Kalau kontraktor nya saya tidak tau”, ungkapnya dengan singkat melalui pesan WhatsApp.
Tidak sampai disitu awak media juga Konfirmasi kepada PPTK, beliau menyampaikan “Maaf bang, PPTK SMA tahun 2023 pak tama”, ujarnya.
Awak media mencoba konfirmasi melalui pesan WhatsApp, kepada tama selaku PPTK kegiatan proyek tersebut, tapi sayangnya Nomor WhatsApp sudah terblokir.
sampai berita ini di terbitkan belum ada klarifikasi dari PPTK kegiatan, baik pun dari kontraktor pelaksana. (Uj-dd)
Redaksi [vz07]












