News  

Jelang Idul Fitri Gas Elpiji 3 Kilo Mulai Langka di Kota Argamakmur

Jelang Idul Fitri Gas Elpiji 3 Kilo Mulai Langka di Kota Argamakmur

ARAHAN.ID– Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriyah gas elpiji 3 kilo mulai langka yang dirasakan oleh warga Kecamatan Kota Argamakmur Bengkulu Utara. 

Kelangkaan gas elpiji 3 kilo ini sudah sepekan dirasakan oleh warga Kecamatan Kota Argamakmur. 

“Selain langka harga gas elpiji 3 kilo jika dibeli di warung harganya melambung tinggi, saya beli di warung harganya mencapai Rp 25 ribu. Tetangga saya beli harganya mencapai Rp 40 ribu,” ujar Minar (35) warga Gunung Alam. (20/04/2023). 

Kelangkaan gas elpiji ini pun tidak hanya dirasakan oleh warga Gunung Alam akan tetapi warga Purwodadi dan Taba Tembilang pun mengalami hal sama. 

“Susah sekarang mendapatkan gas elpiji 3 kilo beli di warung harganya mencapai Rp 35 ribu sampai 40 ribu. Kami bingung mau masak kalau gas elpiji langka dan mahal seperti ini,” ujar Ririn. 

Senada disampaikan Rian (30) warga Taba Tembilang mengatakan, langkanya gas elpiji membuat dirinya terpaksa keliling ke pangkalan maupun ke Warung-warung untuk membeli gas elpiji untuk kebutuhan rumah tangganya.

“Memang langka gas elpiji 3 kilo saat ini bang, saya sudah keliling hari ini baik ke pangkalan maupun Warung-warung akhirnya dapat juga gas elpijinya, tapi harganya mahal. Saya beli 35 ribu di warung,” kata dia.

Menariknya, berdasarkan sumber yang dapat dipercaya bahwa stok distributor Provinsi Bengkulu yang menyalurkan gas elpiji 3 kilo ke pangkalan yang ada di Kota Argamakmur sesuai dengan kuota dan tidak ada pengurangan untuk kebutuhan warga. 

Lanjut sumber, kelangkaan gas elpiji 3 kilo ini perlu menjadi perhatian semua stakeholder dan harus mengambil sikap. Karena saat ini warga sangat membutuhkan gas elpiji untuk menyambut Idul Fitri yang hanya menghitung hari. 

Sumber juga menyebutkan kelangkaan gas elpiji menjelang lebaran, diduga adanya mafia gas yang bermain untuk meraup keuntungan pribadi sehingga berdampak kepada masyarakat luas.