Arahan.id Kab Seluma — Pembangunan jalan rabat beton di Desa Air Kemuning Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu, menjadi sorotan publik ironis belum lama selesai di kerjakan pada tahun 2024 lalu, diduga sudah mengalami retak-retak dan terkelupas tampa mengedepankan kualitas fisik pekerjaan di usia jalan belum genap satu tahun, hingga menimbulkan dikerjakan asal jadi anggaran dana Desa tahun 2024
Pasalnya” diketahui berdasarkan pantauan Tim awak media di lapangan, Selasa (18/3/25), adanya kegiatan pekerjaan pembangunan jalan Rabat beton yang bersumber dari Dana Desa tahun 2024, sudah mengalami retak-retak dan terkelupas serta abaikan Qualitas fisik pekerjaan dengan anggaran yang cukup fantastis mencapai ratusan juta rupiah

Ironisnya lagi pekerjaan tersebut saat ini belum sampai umur satu tahun yang menggunakan anggaran dana desa tahun 2024, diduga Mark Up dan korupsi demi meraup keuntungan lebih besar guna untuk memperkaya diri.
“Adanya indikasi dugaan Mark Up pada anggaran yang di realisasikan oleh pemerintah Desa Air Kemuning dengan anggaran mencapai sebesar Rp 366.671.000 dengan volume panjang 260 meter terletak di dusun 3 dan di dusun V dengan panjang 130 meter, volume panjang global 390 meter, namun hal ini menjadi sorotan diduga kurangnya transparan dari volume kegiatan tersebut tidak mencantumkan lebar dan ketebalan kegiatan di papan merek kegiatan, diduga kuat ada yang di tutupi hingga hal ini dapat menimbulkan terjadinya Mark Up anggaran demi untuk mendapatkan keuntungan lebih besar
“Salah seorang warga Desa Air Kemuning yang enggan disebutkan namanya, saat ditemui dikediamannya mengatakan, pihaknya tidak mengetahui pasti terkait rusaknya dan sudah retak retak baik pun sudah sebagian siraman aspal terkelupas pada jalan rabat beton tersebut yang pasti sebagai warga Desa Air Kemuning karena saya tidak ikut dalam pekerjaan tersebut, karena saya ada kegiatan panen lihat lah sendiri kondisi fisik nya seperti itulah adanya,”ujarnya

“Pekerjaan tersebut diduga menuai sorotan, seharusnya pihak Desa itu dapat mengkroscek kerjaan yang telah diberikan kepada pihak pelaksana TPK, agar hasil yang dikerjakan mereka tidak asal jadi dan mengedepankan kualitas
“Mengetahui hal Tersebut bedasarkan hasil investigasi dan data dokumentasi dilapangan yang terhimpun oleh tim awak media, langsung mencoba konfirmasi Kepada Kepala Desa Air Kemuning Sanusi, demi berimbangnya dalam pemberitaan, pada hari Rabu (18/3/25), dikediaman nya namun Tim awak media melihat ada 2 Unit kendaraan roda 4 yang terparkir di halaman rumahnya, belum lama selang waktu diduga keluar istri Kepala Desa ia mengatakan bahwa pak Kades belum pulang mungkin di kantor Desa atau lagi dijalan,” pungkasnya
Di kesempatan hari yang berbeda tim awak media kembali mencoba untuk konfirmasi kepada Kepala Desa Air Kemuning, Sanusi pada hari kamis (19/3/25), melalui Via telepon seluler dan pesan WhatsApp, terkait pembangunan jalan rabat beton diduga yang telah mengalami retak retak dan sudah mulai terkelupas, namun Kepala Desa Air Kemuning belum dapat dihubungi dan belum memberikan jawaban untuk klarifikasi, walaupun demikian awak media masih terus berupaya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, hingga berita ini di terbitkan [vz]












