News  

Diduga Ambruknya Pagar SPAM Cobema Bengkulu Dana Tahun 2025 Jadi Sorotan Publik Mutu dan Kualitas Proyek Dipertanyakan

Arahan.id Kota Bengkulu -–
Sebuah insiden memprihatinkan terjadi pada proyek Strategi Penyediaan Air Minum (SPAM) Cobema di Kota Bengkulu.Pagar pembatas fasilitas vital tersebut dikabarkan diduga ambruk dan menimpa pemukiman warga yang berada di sekitar lokasi. Kejadian ini sontak memicu kekhawatiran sekaligus pertanyaan keras dari masyarakat terkait mutu kualitas dan keamanan konstruksi proyek yang baru dikerjakan pada tahun 2025 lalu melalui dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Bengkulu

Berdasarkan informasi dan pantauan di lokasi, dinding tembok pagar pembatas yang seharusnya berfungsi sebagai pengaman fasilitas air bersih tersebut diduga roboh menimpa salah satu bangunan tempat tinggal warga yang berada tepat di sisi proyek. Puing-puing beton dan batu bata terlihat berserakan, menimbulkan kerusakan fisik pada rumah warga serta sempat menutup akses jalan di sekitarnya, Meskipun tidak ada laporan korban jiwa, dampak kerugian materi dan rasa trauma serta ketakutan warga menjadi dampak nyata dari insiden ini.

Warga setempat mengaku kaget dan khawatir. “Pasalnya, bangunan pagar tersebut tergolong baru selesai dibangun dan belum lama difungsikan. “Kami kaget tiba-tiba ada suara keras,ternyata pagar proyek itu ambruk dan menimpa atap serta tembok rumah kami. Padahal proyek ini kan baru dikerjakan tahun lalu, kok kondisinya sudah seperti ini?” ujar salah satu warga terdampak.

Temuan Teknis diduga Penyebab Kerusakan
Dari penelusuran mendalam di lokasi,  ditemukan sejumlah penyimpangan teknis yang diduga kuat menjadi pemicu utama ambruknya struktur. Salah satu poin krusial adalah jarak antar kolam cincin dan acuan standar yang digunakan diduga mencapai 21 hingga 22 cm (variasi). Jarak yang dinilai terlalu renggang ini dianggap tidak memenuhi spesifikasi baku, sehingga berpotensi besar menurunkan mutu dan kekokohan struktur fisik bangunan secara keseluruhan.

Selain itu, sistem saluran peresapan air atau pembuangan yang terpasang diduga tidak sesuai standar teknis.  Akibatnya, sistem tersebut dinilai tidak mampu menahan debit air yang ada,sehingga aliran air menjadi tidak terkontrol dan menggerus bagian pondasi bangunan secara perlahan. Tergerusnya pondasi inilah yang menjadi titik lemah hingga akhirnya menyebabkan struktur pagar ambruk.

Masalah mutu juga terlihat jelas dari kualitas material bangunan. Komposisi adukan beton yang digunakan diduga sangat rendah kualitasnya. Bahkan,terindikasi kuat terjadi pengurangan takaran material utama seperti semen. Hal ini terbukti secara fisik di lapangan, di mana material beton atau tembok sisa bangunan tersebut sangat mudah hancur dan remuk hanya dengan digenggam menggunakan tangan, menegaskan dugaan adanya pemangkasan kualitas bahan baku.

Data Proyek dan Anggaran
Proyek SPAM Cobema ini merupakan salah satu proyek prioritas yang dikerjakan pada tahun anggaran 2025 dengan tujuan meningkatkan layanan air bersih bagi masyarakat Kota Bengkulu.Proyek ini menelan anggaran yang tidak sedikit, bersumber dari dana APBD maupun pendampingan lainnya, dengan harapan menghasilkan infrastruktur yang kokoh, awet dan berdaya guna jangka panjang.

Namun realita di lapangan berbanding terbalik dengan harapan publik. Temuan penyimpangan jarak struktur, sistem pembuangan yang tidak memadai, hingga kualitas adukan yang rendah menjadi bukti nyata indikasi masalah serius pada aspek teknis pengerjaan maupun kualitas material yang digunakan.

Mutu dan Kualitas Kian Dipertanyakan
Kejadian ini mengangkat kembali isu klasik yang kerap menjadi sorotan, yakni soal standar mutu dan pengawasan lapangan. Publik mempertanyakan, apakah perencanaan teknis sudah sesuai dengan kondisi tanah dan lingkungan? Apakah material yang digunakan memenuhi spesifikasi yang ditetapkan dalam kontrak? Dan bagaimana mekanisme pengawasan yang dilakukan oleh konsultan pengawas maupun dinas teknis selama proses pembangunan berlangsung?

Wajar jika masyarakat kini merasa ragu.Investasi dana negara yang besar seharusnya berbanding lurus dengan kualitas bangunan yang dihasilkan, bukan justru menimbulkan risiko bahaya bagi keselamatan warga seperti yang terjadi saat ini.

Hingga berita ini diterbitkan, tim awak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak pelaksana proyek, pengawas, maupun dinas terkait untuk mendapatkan penjelasan resmi mengenai penyebab ambruknya pagar dan langkah penanganan yang akan diambil.Namun, hingga saat ini belum ada tanggapan atau keterangan resmi yang dapat diperoleh.akan terus diupaya konfirmasi guna mendapatkan keterangan yang berimbang dan menyajikan informasi yang akurat bagi publik.

Masyarakat berharap aparat pengawasan dan penegak hukum turun tangan menelusuri akar masalah insiden ini. Selain memperbaiki kerusakan yang ada, warga menuntut adanya evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang, mengingat fasilitas ini sangat vital bagi kebutuhan sehari-hari warga Bengkulu.

Pewarta : Kaperwil Provinsi Bengkulu