News  

Pembangunan Jalan Rabat Beton Pemdes Lubuk Gedang Disorot LSM PETA

Pembangunan Jalan Rabat Beton Desa Lubuk Gedang Disorot LSM PETA.

ARAHAN.ID– Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli Transparansi Reformasi (PETA) Provinsi Bengkulu menyoroti pembangunan jalan rabat beton yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Lubuk Gedang Kecamatan Lais Bengkulu Utara.

Ketua DPW LSM PETA Joko Purnomo menilai, pembangunan jalan rabat beton yang sudah dibangun Pemdes Lubuk Gedang sarat dipertanyakan. Pasalnya, pembangunan jalan rabat beton yang dikerjakan pada bulan April 2023 lalu kondisinya sungguh memprihatinkan. 

“Hanya hitungan bulan kondisi badan jalan rabat beton sudah retak -retak di beberapa titik. Selain itu masih terlihat akar yang tidak dibersihkan,” kata Joko. Sabtu (13/05/2023).

Joko menduga pembangunan jalan rabat beton yang dikerjakan Pemdes Lubuk Gedang dengan waktu pelaksanaan 90 hari kerja tersebut tidak sesuai spesifikasi teknis bangunan yang semestinya.

“Jika melihat kondisi bangunan di lapangan disinyalir bangunan jalan rabat beton yang menggunakan DD Tahun 2023 sebesar Rp.186.422.000 itu terkesan dikerjakan asal jadi,” ujar Joko.

Menariknya kata Joko Purnomo, saat dirinya konfirmasi beberapa waktu lalu terkait pembangunan jalan rabat beton itu. Kepala Desa Lubuk Gedang terkesan arogan dan dengan nada tinggi saat menjawab konfirmasinya. 

“Kamu tahu enggak saat pemilihan kemarin habis enam ratus ribu per kepala, jadi kalau ada keuntungannya saya mau bayar hutang,” ucap Joko menirukan ucapan Kades kepada dirinya. 

Lanjut Joko, program Dana Desa (DD) merupakan salah satu program pemerintah pusat guna mensejahterakan masyarakat. Dengan program meningkatkan sumber daya manusia baik melalui pemberdayaan maupun sarana dan prasarana infrastruktur untuk kepentingan umum di desa.

“Sangat disayangkan program Dana Desa terkesan dimanfaatkan oleh oknum tertentu mengambil keuntungan pribadi tanpa mengutamakan kualitas serta mutu fisik bangunan. Kami berharap pembangunan jalan rabat beton ini dapat dijadikan atensi oleh stakeholder yang ada di Bengkulu Utara,’ pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lubuk Gedang Hambali dikonfirmasi awak media ini melalui pesan WhatsApp tidak merespon dan pesan yang terkirim terlihat hanya dibaca saja. Tidak hanya itu, saat disambangi di kediamannya Kepala Desa tidak berada di tempat.