News  

Harga Mas Akan Diprediksi Mencapai Level Tinggi

ARAHAN .ID– Harga emas diprediksi naik lagi pada pekan ini. Hal itu ditopang menguatnya spekulasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember ini. Ditambah lagi, masih terjadinya ketegangan geopolitik global. Harga emas pun bisa mencapai level US$ 2.700 dilangsir dari media investor.id

Harga emas ditutup menguat tipis 0,04% menjadi US$ 2.632,91 pada Jumat (6/12/2024). Sepanjang tahun ini, harga emas telah naik hampir 30% dan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di level US$ 2.790 yang dicetak pada akhir Oktober lalu.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, spekulasi pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan 17-18 Desember mendatang semakin menguat. Setelah didukung oleh pernyataan para pejabat The Fed pada pekan lalu.

Ditambah lagi, data-data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang masih mendukung pemangkasan suku bunga,” ungkap Ibrahim kepada Investor Daily, Minggu (8/12/2024)

Tidak hanya itu, lanjut Ibrahim, ketegangan geopolitik juga masih terbilang cukup rumit di pekan kedua Desember ini juga mendukung penguatan harga emas. Mulai dari runtuhnya pemerintahan Prancis, upaya darurat militer yang gagal di Korea Selatan (Korsel), ketegangan di Timur Tengah yang ditambah lagi dengan dikuasainya Suriah oleh para pemberontak, hingga konflik Rusia-Ukraina.

Ibrahim menilai, kebangkitan kondisi ekonomi China juga menjadi penopang kenaikan harga emas pada pekan ini. Hal itu terlihat dari data ekonomi China yang keluar akhir pekan lalu menunjukan angka yang sedikit membaik, terutama setelah adanya suntikan dana stimulus dan pemangkasan suku bunga yang dilakukan China sebelumnya.

Pekan ini, lanjut Ibrahim, China akan mengumumkan data inflasi mereka. Jika tinggi, akan terjadi pemangkasan suku bunga lagi dan ini akan membuat harga emas terdorong naik. “Untuk itu, harga emas diprediksi akan menguat ke level US$ 2.700. Meskipun mengalami penurunan, akan sangat terbatas di level US$ 2.603,” papar Ibrahim.

Meski demikian, Ibrahim menyarankan investor, terutama ritel, untuk berhati-hati jika melakukan pembelian. Namun, bagi mereka yang relatif agresif, kesempatan belli disaat harga emas melemah. “Tapi hati-hati, karena saat ini harga emas sudah terlalu tinggi,” tutupnya.