Arahan.id Benteng — Pekerjaan pembangunan rabat beton di Desa Talang Betua, Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu, yang bersumber dari dana desa tahun 2024, menjadi sorotan publik. Pasalnya, proyek senilai Rp 94.040.000 tersebut diduga kuat mengandung unsur mark-up anggaran yang merugikan negara
Pembangunan Sarana dan prasarana yang sesuai dengan asas manfaat dilingkungan masyarakat,tentunya menjadi harapan dan keinginan semua masyarakat terutama didesa Talang Betua Kecamatan Pondok Kelapa,namun sangat disayangkan hanya ada beberapa rumah warga yang ada di samping Pembangunan jalan rabat beton tersebut hanya mentok tidak ada kelanjutan alias mubazir anggaran terindikasi tidak ada asas manfaat yang dirasakan oleh masyarakat setempat,kuat dugaan pekerjaan tersebut untuk kepentingan perorangan.
Ironisnya lagi pekerjaan rabat beton tersebut diduga Mark-Up alias penggelembungan anggaran demi meraup keuntungan lebih besar guna untuk memperkaya diri.

Disaat tim media pengecekan lapangan dan melihat dipapan kegiatan dengan panjang 100 meter, lebar 3 meter dan tebal 16 cm, ternyata diduga ketebalan dilapangan ada yang 15 cm dan 16 cm,
Data yang di hitung dilapang diduga volume pekerjaan 46.5 M3, seharusnya volume tersebut 48 M3, kalau di kalkulasi pekerjaan yang ada dilapangan panjang 100 meter,lebar 3 meter dan tebal 16 cm untuk kubikasi 48 kubik,untuk per kubikasi Rp, 1.959.166 rupiah, kalau yang di kerjaan oleh pihak TPK desa Talang Betua panjang 100 meter,lebar 3 meter dan tebal 15 cm/16cm untuk kubik 46.5 M3 untuk perkubik Rp 2.022.365 rupiah, diduga pekerjaan rabat beton desa Talang Betua Mark-Up anggaran untuk kepentingan pribadi
Saat media Arahan.id konfirmasi melalui via WA(WhatsApp) pada Selasa 8 April 2025 jam 20:25 wib,menghubungi kepala desa Talang Betua,menanyakan Assalamualaikum dang aku dari media Arahan.id mau konfirmasi terkait kegiatan rabat beton di tahun 2024, kemaren mau Singga ketempat dang tetapi dirumah dang kemaren banyak tamu,Mau tanya dilapangan menggunakan beton berapa dan Ketebalan Dilapangan ada yang tebal 15 cm dan 16 cm,lalu di jawablah oleh pak kades,Ketebalan 15 pak,ado yang 16 itu kareni kontur tanah nyo agak beda,pada saat pengerjaan,” ujar kades [vz]












