News  

Pemdes Tanah Hitam Mengadakan Pelatihan Kelompok Wanita Tani (KWT)

ARAHAN –ID Bengkulu Utara – Pemerintah Desa Tanah Hitam Kecamatan Padang Jaya mengadakan pelatihan Kelompok Wanita Tani (KWT) menjadi upaya pelibatan kaum perempuan secara langsung dalam usaha-usaha peningkatan hasil pertanian, seperti menjadi bagian dari motivator dalam adopsi dan pengenalan teknologi tani.

Pelatihan Kelompok Wanita Tani (KWT) dihadiri dari pihak penyuluh pertanian(PPL) dan juga dari dinas ketahanan pangan kabupaten Bengkulu Utara, dalam sambutan saya sampaikan dengan adanya pelatihan ini kelompok wanita tani, dapat mengambil langkah dalam pengelolaan budidaya tanaman, asumsi rumahan yang ramah lingkungan dan tidak mengandung banyak obat obatan kimia, juga untuk menunjang perekonomian dengan ketahanan pangan nabati.

Kelompok wanita tani (KWT)bisa membuat kebun juga bisa membuat pembibitan sayuran, setelah bibit siap tanam di bagikan dengan warga untuk di tanam di lingkungan rumah masing masing, seperti yang di contohkan di dinas ketahanan pangan, ujar Kades

Peran ganda wanita tani ini sangat strategis dalam peningkatan produktivitas usaha tani dan berpotensi untuk meningkatkan pendapatan dan ketahanan pangan menuju kesejahteraan rumah tangga petani di pedesaan. Sebagaimana beberapa hasil penelitian yang menyimpulkan beberapa hal, yaitu:

1. Wanita tani berpeluang dan mampu berperan sebagai mitra kerja penyuluh dalam proses alih teknologi pertanian di pedesaan
2. Meningkatnya peran dan produktivitas wanita tani sebagai pengurus rumah tangga dan tenaga kerja pencari nafkah (tambahan maupun utama), juga berhubungan erat dengan perannya sebagai pelaku usaha dalam upaya peningkatan pendapatan dan pemenuhan kebutuhan pangan keluarga, menuju pencapaian ketahanan pangan dan kesejahteraan rumah tangga.
3. Pembinaan wanita tani perlu ditingkatkan dan diberdayakan sebagai receiving system untuk mempercepat proses penyerapan teknologi oleh wanita tani.
4. Perlu strategi perlindungan terhadap tenaga kerja wanita, meningkatkan efektivitas penyuluhan dan pelatihan, perbaikan regulasi, fasilitas, upah, dan kesempatan kerja agar berimbang antara jender, sebagai insentif dan keberpihakan terhadap wanita tani di pedesaan.
5. Perlu kaji tindak dan revitalisasi mekanisme kerja penyuluhan untuk lebih melibatkan wanita tani dalam mempercepat adopsi teknologi.[vz07]