Terkuak Program Bantuan Bedah Rumah Tidak Layak Huni Desa Tebing Kandang Warga Mengeluh Diduga Hanya Diserahkan Bahan Material dan Pemotongan Dana

Arahan.id Bengkulu Utara — Program bantuan bedah rumah tidak layak huni yang di salurkan pemerintah Desa Tebing Kandang Kecamatan Air Napal Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu, kepada beberapa warga Desa Tebing Kandang yang telah melalui musyawarah desa dinyatakan layak menerima bantuan bedah rumah dengan nominal diduga sebesar Rp 10 juta, untuk per rumah sebanyak 9 rumah yang menggunakan anggaran dana desa tahun 2024, terkuak dikeluhkan warga yang hanya menerima material bahan bangunan juga adanya pemotongan oleh pihak Desa dana yang diterima oleh warga Desa

Program bedah rumah ini akan digunakan untuk membedah diduga berjumlah 9 rumah, atau bantuan rumah tidak layak huni oleh pemerintah Desa Tebing Kandang yang mengunakan dana desa tahun 2024, menuai keluhan salah seorang penerima bantuan yang hanya menerima material bahan bangunan dan juga adanya dugaan pemotongan anggaran dana yang di terima oleh warga setempat, hingga saat ini rumah tersebut tak kunjung selesai karena kekurangan biaya untuk membeli material tambahan dari nominal bantuan yang diberikan oleh pihak pemerintah Desa Tebing Kandang,” 22/3/25

Mendapatkan informasi dari warga Desa Tebing Kandang Tim awak media langsung turun menelusuri kebenaran tersebut, mendatangi salah satu warga yang penerima bantuan bedah rumah yang di programkan oleh pemerintah desa tebing kandang pada hari Jumat, 21/3/25, saat di temui di kediaman nya salah seorang warga yang tidak ingin sebutkan namanya” mengeluhkan saat di wawancarai Tim awak media bahwa bahan bangunan yang diterima dari pihak pemerintah Desa Tebing Kandang

Bahwa warga penerima bantuan Mengeluh, diduga mendapatkan dana sebesar Rp 8.500.000, untuk pembelian matrial bahan bangunan, seperti pasir 1 mobil, batu satu mobil, semen 15 Zak, seng 2 kodi, kayu 4/6 hanya beberapa batang, untuk upah tukang kerja mengunakan uang pribadi, diduga bantu bedah rumah ada pemotongan oleh pihak Desa sebesar Rp 1.500,0000

Kalau kondisi fisik rumah kami ini hanya selesai batas pondasi saja dan upah tukang buat pondasi dari bantuan saudara, sampai sekarang seperti ini kondisi rumah kami tidak selesai, karena tidak ada untuk tambahan dana Membeli material yang kurang,” ujarnya dengan nada yang sangat memperihatinkan

“Lebih lanjut sangat mengharapkan perhatian dari pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, DPRD Kabupaten Bengkulu Utara, juga Pemerintah Provinsi Bengkulu, besar harapan dapat membantu kami sebagai warga tidak mampu yang tidak mempunyai apa-apa lagi, kebun baik pun usaha lain, hanya mengandalkan penghasilan suami sebagai buruh harian serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari itupun kadang tidak cukup,” paparnya

Selain itu, diduga kualitas kayu yang diberikan juga jauh di bawah standar, tetapi apalah daya kami warga tidak mampu hanya menerima saja matrial yang di berikan ,seperti seng yang tipis padahal seharusnya bahan yang berkualitas dan seng masih ada di samping rumah, tidak bisa di pasang karena tidak ada biaya tambahan, sedangkan bantuan dari Desa hanyalah sampai selesai pondasi saja,” ujarnya

Terpisah Kepala Desa Tebing Kandang Muhardi saat di konfirmasi Tim awak media, media kilasnusantara.id, melalui jaringan Via pesan WhatsApp pada Jumat tanggal,( 21/3/25 ) terkait program Bedah rumah pemerintah Desa Tebing Kandang diduga adanya pemotongan dana yang diterima warga oleh pihak Desa, demi perimbangan dalam pemberitaan, namun ironisnya ia memberikan jawaban seolah tidak terima di konfirmasi, terkait bantuan yang di salurkan kepada warga nya mengirim pesan suara WhatsApp

Didalam pesan yang disampaikan, Alhamdulillah yang bedah rumah, karna posisi kami musyawarah untuk membatu masyarakat mengadakan pengadaan untuk bedah rumah tidak layak huni atap nya bocor kami beri atap, kami gotong royong pasang, kayu nya hancur kami beli kayu, kami gotong royong beli kayu itu sejumlah 10 juta itu belum potong pajak, Alhamdulillah rumah Sudah banyak yang jadi, di sini tapi kalau banyak yang minta klarifikasi, Klarifikasi ya mungkin kami tidak akan anggarkan lagi untuk bedah rumah, biar masyarakat tidak ada lagi rumah biar masyarakat itu bolong atapnya, biar rumah nya rusak jadi kami serba salah ini, “Red, diduga dengan nada emosi tidak terima dengan adanya warga yang Mengeluhkan dan juga seolah tidak terima di konfirmasi terkait adanya dugaan pemotongan dana yang di terima oleh warga

“Terkuak dugaan adanya indikasi Mark Up dan korupsi anggaran dana desa pada realisasi bantuan untuk bedah rumah warga, sangat tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan bahwa sampai saat ini diduga ada 2 rumah yang terombang ambing tidak dapat melanjutkan, pekerjaan kerna tidak ada untuk tambahan biaya baik upah tukang juga material, ini sangat miris dulunya tidak di lapisi dengan terpal sekarang pakai terpal karena air hujan masuk ke dalam rumah.

“Diharapkan agar kiranya pihak APH, Polres, Kejari Kabupaten Bengkulu dan dinas inspektorat, dapat turun langsung untuk mengecek di lapangan didesa Tebing Kandang Kecamatan AIr Napal

Terkhusus”diharapkan agar kiranya inspektorat Kabupaten Bengkulu Utara, dapat mengaudit meliputi APBDesa mulai dari tahun 2023-2024 terkait kegiatan dana desa Tebing Kandang juga adminstrasi diduga banyak menimbulkan kejanggalan adanya pemotongan dana bantuan bedah rumah yang diterima oleh warga dan anggaran kegiatan lainnya,”

Berdasarkan, instruksi Program Persiden Prabowo Subianto bersih bersih para pelaku tindak pidana korupsi Tipikor tampa pandang bulu, mulai dari pemerintah pusat sampai ke pemerintah Desa, Jika terbukti adanya dugaan melakukan Mark Up dan korupsi, proses sesuai peraturan hukum yang berlaku di NKRI

( Pewarta Red VZ )